Tampilkan postingan dengan label School Works. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label School Works. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Oktober 2013

Pidato Tenaga Kerja

Assalamualaikum WBT,

Kepada yang terhormat Ibu Yeni Sulistyani selaku guru B. Indonesia, serta teman-teman yang saya banggakan. Marilah kita haturkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena kita senantiasa mendapatkan nikmatnya sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan sebuah pidato bertemakan tenaga kerja.
Kesejahteraan tenaga kerja Indonesia belum tercapai dengan baik. Hal inilah yang menjadi dasar utama atas banyaknya aksi-aksi buruh di seantero Indonesia. Hari buruh internasional pada tanggal 1 Mei setiap tahunnya, merupakan salah satu puncak aksi para buruh di dunia pun di Indonesia guna menuntut hak-hak buruh yang belum dipenuhi oleh para pemilik modal.
Selama ini kita hanya mengetahui bentuk nyata berupa aksi-aksi penuntutan. Namun, kali ini saya akan mengajak teman-teman sekalian untuk menelisik, hal apakah yang menjadi latar belakang mencuatnya aksi-aksi buruh tersebut, dan bagaimana prosesnya.
Hak-hak buruh yang belum sepenuhnya diberikan dan dicukupi oleh pemilik modal merupakan dasar permasalahannya. Ada banyak hak yang perlu didapatkan oleh para buruh. Upah, kesehatan, tunjangan, hari libur serta keselamatan kerja merupakan beberapa diantara hak buruh yang seharusnya telah dipenuhi. Namun pada kenyataannya, banyak pemilik modal yang belum memenuhi hak-hak buruh yang mutlak ini. Terdapat 3 tahapan, yakni munculnya aksi, perundingan dan tercapainya kesepakatan.
Yang pertama, munculnya aksi. Negosiasi antara buruh dan pemilik modal yang menemui jalan buntu menyebabkan buruh menggelar aksi penuntutan. Aksi ini bertujuan agar pihak pemilik modal sudi untuk didudukkan bersama untuk mengadakan perundingan atau musyawarah mufakat. Lalu, bagaimanakah aksi atau demo yang baik itu? Suatu aksi atau demo yang  baik, harus mempunyai konsep aksi yang jelas. Apakah berbentuk teatrikal, long march atau orasi. Selanjutnya, pemberitahuan kepada pihak kepolisian dan yang pasti kepada pihak perusahaan tentang adanya aksi atau demo yang akan digelar. Dan yang terakhir, hanya buruh yang tergabung dalam suatu organisasi sajalah yang dapat menggelar suatu aksi. Karena, jika buruh buruh tanpa organisasi menggelar aksi, hal ini termasuk aksi liar dan tentu saja tidak akan digubris oleh perusahaan dan pemilik modal.
Pada umumnya, aksi ini akan berhenti apabila kedua pihak telah sama-sama setuju untuk kembali mengadakan perundingan. Lalu, dengan perundingan ini maka akan dicapai sebuah kesepakatan antara perusahaan atau pemilik modal dengan tuntutan buruh. Kesepakatan ini biasanya akan membuahkan sebuah produk berbentuk perjanjian kerja bersama. 
Namun, telah dicapainya kesepakatan ini tidak menjamin terselesaikannya sebuah masalah. Karena memang telah menjadi kodrat bahwa manusia memiliki rasa tidak pernah puas. Tetapi, hal ini dikontrol dengan kesepakatan yang telah dibuat tadi yang memang telah disepakati dan harus dilaksanakan oleh kedua pihak. 
Sebagai contohnya, sebuah perusahaan atau pabrik makanan di lingkungan kita, PT. Kirin Miwon Foods. Buruh PT. Kirin Miwon Foods yang tergabung dalam organisasi SPKMF telah memulai perjuangannya sejak tiga tahun lalu, tepatnya pada tahun 2010. Hingga kini, kesepakatan telah dicapai dan hak-hak buruh mulai dipenuhi sesuai UU no.13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.
Dapat kita ketahui bahwa masih begitu banyak hak-hak buruh yang belum terpenuhi. Dan bagi kita para pelajar, belajar berorganisasi sejak dini memang sangat penting bahkan sampai saat kita memasuki dunia kerja kelak.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya saya mohon maaf.
Wassalamualaikum WBT

Jumat, 28 Juni 2013

Naskah Drama Komedi "100 Selendang Sutra"

Kami akan membawakan sebuah legenda fenomenal turun menurun yang telah diceritakan selama 7 turunan ... eh, maaf saya salah baca naskah.

Kami akan membawakan sebuah drama berjudul “100 SELENDANG SUTRA” dengan pemerannya :

Ciptaning Asih Kusumaningrum sebagai Nyonya Brenda
Ega Dias Fitriani sebagai Ratu Andinita
Eka Yuliana Sari sebagai Arumsari
Uyun Khusuma Dewi sebagai Nyi Ramya
Dan saya sendiri, Farah Andri Nabila Rizki sebagai prolog

Arumsari tinggal bersama ibunya. Mereka bekerja memintal selendang untuk dijual ke tengkulak di pasar. Suatu hari, datang seorang wanita bernama Nyonya Brenda. Ia memesan 100 selendang sutera pada ibu Arumsari, Nyi Ramya.

Nyonya Brenda : Aku memesan 100 selendang sutra untuk istana!

Nyi Ramya       : Hahaha, wani piro? Nyonya harus membayar uang muka separuhnya. Karena kami harus menyiapkan benang yang banyak pula.

Nyonya Brenda : Ini pesanan istana. Apa harus membayar uang muka juga? Pokoknya dalam waktu sebulan, kau harus menyelesaikannya! Ingat selendangnya harus dari sutra berlainan motif. Kami akan membayarnya nanti!

Arumsari         : Selendang sutra berlainan motif? Dalam waktu 1 bulan? Hmm bisa gak yaa ..

Nyonya Brenda : Gitu aja gak bisa, gitu aja gak bisa, gitu aja gak bisa (ala OVJ). Huh sudahlah kerjakan saja! Kami akan membayarnya nanti! Minta pin nya!

Arumsari         : Hah? Pin apa nyonya? Pin BB?

Nyonya Brenda : Pin ATM doong, pembayarannya akan saya transfer!

Arumsari         : Kalo mau transfer, cukup no rekening, nyonya, bukan pin -_-

Nyonya Brenda : Terserah apa katamu!

Nyi Ramya       : Hmm, baiklah nyonya kami terima pesanan anda. No. rek nya 021 791 876 76 (nada ala OVJ)

Nyonya Brenda : Hahaha, bagus! Saya permisi

Arumsari melihat ibunya kebingungan. Ya, selama ini mereka tidak pernah memintal selendang sebanyak itu. Karena untuk memintal selendang yang banyak memerlukan modal yang besar.

Nyim Ramya    : Piye iki ndok ndok .. mumet aku. Lagi bokek nih

Arumsari        : It’s not good .. Bagaimana kalau kita meminjam uang pada rentenir?

Nyim Ramya    : Baiklah, itu jalan satu satunya
               
                Dalam kebingungannya, akhirnya Nyi Ramya & Arumsari memutuskan untuk meminjam uang pada rentenir. Setelah mendapatkan uang, uang tersebut langsung dibelikan benang pintal. Nyi Ramya dibantu Arumsari pun bekerja siang malam untuk menyelesaikan pesanan.
1 bulan kemudian ...

Nyi Ramya       : Nyonya Brenda, dimana kaaauu??!!

Arumsari         : Dihatimuu. Ya di rumahnya dong buu

Nyi Ramya       : Ini sudah 1 bulan. Pesanan sudah selesai, tapi Ia tak kunjung datang!
                  Kurang asem!

Arumsari         : Kurang ajar -_-

Nyi Ramya       : Kurang ajar itu gak sopan tau

Arumsari         : oh iya maaf. Udah deh bu, kita samperin aja yuk ke rumah Nyonya Brenda. Kunci mobil mana kunci mobil? (kebingungan)

Nyi Ramya       : Heh, sejak kapan kita punya mobil hah? -_-

Arumsari         : Bercanda loh buu :D aku kan orangnya humoris :D

Dirumah Nyonya Brenda ...

Nyi Ramya       : Ini 100 selendang sutra pesanan istana. Kau pun bahkan belum mentransfer uangnya Nyonya

Nyonya Brenda : Seratus selendang untuk istana? Kapan aku memesannya?! Aku tidak pernah memesan apapun!

Nyi Ramya       : Tapi waktu itu nyonya sendiri yang datang ke rumah & mengatakannya.

Nyonya Brenda : Mana buktinya? Kalau orang memesan harus membayar uang muka. Rasanya aku tidak pernah membayar uang muka padamu. Kamu juga tidak punya kwitansinya kan? Sudahlah, pulang sana, pergi dari sini!

                              Dengan sedih, Nyi Ramya & Arumsari pun pergi dari rumah Nyonya Brenda

Nyi Ramya       : Teganya Nyonya Brenda menipu kita, masyarakat ..

Arumsari         : Masya Allah bu -_-

Nyi Ramya       : Iya itu maksud ibu. Nah, sekarang kita harus menjual selendang ini sampai habis. Agar hasilnya bisa kita gunakan untuk membayar hutang.

                Akhirnya Nyi Ramya & Arumsari menjual selendang mereka ke tengkulak pasar, namun para tengkulak tak mau lagi menerima selendang buatan Nyi Ramya. Rupanya Nyonya Brenda berbuat curang. Diam diam ia membuka pabrik selendang di rumahnya. Karena selendang pabriknya kalah saing dengan buatan Nyi Ramya, Nyonya Brenda sengaja membuat Nyi Ramya Bangkrut. Bahkan, Nyonya Brenda menyogok para tengkulak di pasar agak tak membeli selendang Nyi Ramya.
                Karena selendang nya tidak laku di pasar, Nyi Ramya & Arumsari terpaksa menjualnya dari rumah ke rumah. Dalam perjalanan, tiba tiba datang angin kencang & menerbangkan selendang selendang Nyi Ramya.

Arumsari         : eh eh, selendangnyaaa ..

Nyi Ramya       : yaah, galau deh akuu :’(

Namun rupanya, Ratu Andinita menemukan salah satu dari selendang selendang yang terbang

Ratu Andinita   : Maaf, apakah kalian yang membuat selendang ini? Jika benar, ikutlah aku ke istana

Nyi Ramya       : eehh, iya ratu ..

Di istana ...

Ratu Andinita   : Jadi, kalian yang membuat selendang selendang indah ini? Aku akan membeli semuanya. Bahkan, aku akan mengangkat kalian menjadi pemintal istana.

Arumsari         : Alhamdulillah yah .. (ala Syahrini)

Nyi Ramya       : Sesuatu (ala Syahrini). Hehe, maturnuwun ratu ..

Ratu Andinita   : sami sami .. 

Betapa bahagianya Nyi Ramya & Arumsari. Begitulah, pekerjaan mereka tidak sia sia bahkan mereka menjadi pemintal istana. Mereka pun lolos dari jeratan hutang. Bahkan, hingga mereka termashur sebagai pemintal istana, Nyi Ramya & Arumsari pun tidak menyimpan dendam sedikitpun pada Nyonya Brenda.

Amanat yang dapat kita ambil dari drama ini adalah, dibalik sebuah musibah pasti ada hikmahnya. Dan tidak seharusnya pula kita menyimpan dendam terhadap orang lain.
 
(Naskah drama ini dibuat berdasarkan Cerpen "100 Selendang Sutra" yang dimuat di majalah Bobo)

Rabu, 17 April 2013

Makalah Singkat Tentang Pahlawan


BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang

Hari Pahlawan, 10 November. Ya. Mungkin diantara kita telah banyak yang melupakan hari sakral tersebut. Bahkan kita pun cenderung alpa untuk memperingatinya. Di sekolah - sekolah sekalipun, seakan tidak tergugah untuk memberi reward kepada pahlawan tanpa tanda jasa atau hanya sekedar mengingatkan kembali makna pahlawan yang sesungguhnya kepada para murid. Upacara peringatan Hari Pahlawan pun, telah semakin jarang dijumpai. Masyarakat bahkan tidak sempat memberikan penghormatan kepada Hari Pahlawan, walau hanya sekedar mengibarkan bendera Merah - Putih di depan rumah mereka.
Murid - murid sekolah zaman sekarang justru lebih mengenal wajah Justin Bieber dan Syahrini ketimbang wajah - wajah pahlawan seperti Ki Hajar Dewantara dan R.A. Kartini. Kita tak menyadari, bahwa kehidupan kita saat ini dibuat dari tetesan darah dan keringat para pahlawan. Sungguh ironis.

1.2      Tujuan

  1. Mengetahui arti pahlawan yang sesungguhnya
  2. Mengenal sosok - sosok pahlawan masa kini
 
BAB II
PEMBAHASAN

2.1      Pengertian

Berbicara masalah pahlawan, tentu tak bisa dilepaskan dari pengertian tentang pahlawan itu sendiri. Selama ini, kita sering salah dalam menetapkan siapakah yang pantas disebut pahlawan di negeri ini. Kita hanya memandang bahwa pahlawan adalah orang-orang yang pernah berjuang membebaskan negeri ini dari cengkraman kaum penjajah. Bahkan, jika kita bertanya perihal pahlawan kepada anak kecil, mereka akan menyebutkan jajaran superhero. “ Superman, Batman, Spiderman, Ironman .. ”

2.2      Pembahasan

Tak sekedar itu, sesungguhnya pengertian pahlawan sangatlah luas. Pahlawan tidak hanya ada di zaman penjajahan saja, sekarang pun di masa pembangunan, banyak pula pahlawan di tanah air ini. Dan lebih tepatnya, pahlawan adalah semua orang yang rela dan mau membantu atau berbuat baik kepada orang lain, bangsa ataupun negara tanpa adanya rasa pamrih.
Kita masih menganggap, bahwa pahlawan hanyalah ada pada tempo silam, yang berjuang demi kemerdekaan bangsa. Sudah saatnyalah kita mengubah anggapan tersebut. Karena, banyak sosok pahlawan masa kini yang dapat kita temukan. Siapa sajakah mereka?
Bermula dari lingkup masyarakat terkecil, keluarga. Ayah, kita sering melupakannya, padahal ia adalah sosok pahlawan besar bagi keluarganya. Yang menafkahi keluarga dan membuat kita, anak—anaknya dapat duduk di kelas ini. Semua itu, karena peluh dan kerja kerasnya. Beranjak ke lingkup yang lebih luas, sekolah. Kita semua tahu, di sekolah, terdapat pahlawan luar biasa, pahlawan tanpa tanda jasa, guru. Yang tak pernah pelit membagi ilmunya, senantiasa membimbing muridnya, sekalipun muridnya tak pernah menghargainya, akan bersedih jika murid tak dapat belajar dengan baik, dan turut tersenyum kala sang murid telah mencapai sukses. Dan tanpa sadar, semua usahanya untuk membuat kita menjadi manusia cerdas, dengan mudahnya kita lupakan. Kita sering mengatakan, “Dahulu, itu guru saya”, atau, “Itu guru saya sewaktu SMP”. Padahal, guru tak pernah memiliki masa jabatan bagi seorang murid, karena toh, ilmunya masih kita gunakan dalam kehidupan kita, sekalipun guru tersebut tidak lagi mengajar kita.
Sebatas itu, kita biasanya mengenal pahlawan masa kini. Tetapi, masih banyak lagi pahlawan masa kini, sebagai contoh, Bambang Pamungkas (bidang olahraga), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (politik), Abdullah Gymnastiar (bidang agama).
Tapi, kembali lagi ke pengertian awal, bahwa pahlawan adalah semua orang yang rela dan mau membantu atau berbuat baik kepada orang lain, bangsa ataupun negara tanpa adanya rasa pamrih, maka, kita semuapun dapat menjadi pahlawan.


BAB III
PENUTUP

3.1      Kesimpulan

Makna Pahlawan yang sesungguhnya adalah semua orang yang rela dan mau membantu atau berbuat baik kepada orang lain, bangsa ataupun negara tanpa adanya rasa pamrih. Dan kita juga harus mengetahui pahlawan masa kini, bukan hanya pahlawan yang berperang pada zaman penjajahan saja. Bahkan, kita juga dapat turut menjadi pahlawan.

3.2      Pesan

Sudah merupakan kewajiban semua warga negara untuk menghargai jasa para pahlawannya. Maka, marilah, sebagai generasi muda kita juga harus menghargai jasa dan mengobarkan semangat kepahlawanan.